Fisika Kuantum



Fisika kuantum sering disebut relativitas umum yang merupakan salah satu pilar fisika modern. Dasar dari mekanika kuantum adalah bahwa energi itu tidak kontinyu, tapi diskrit — berupa ‘paket’ atau ‘kuanta’. Konsep ini revolusioner — bertentangan dengan fisika klasik yang berasumsi bahwa energi itu berkesinambungan.

dimana,
E = h.v
di mana
* E adalah energi (J),
* h adalah tetapan Planck, h = 6.63 \times 10^{-34}\! (Js), dan
* v adalah frekuensi dari cahaya (Hz).

OSN FISIKA


Soal dan jawaban eksperimen OSN 2009

Jawaban soal eksperimen OSN 2009
update Selasa, 11 Agt 2009 14:40
2 buah soal eksperimen OSN 2009
update Selasa, 11 Agt 2009 14:37
Solusi 4 soal teori OSN 2009
update Selasa, 11 Agt 2009 14:35
4 soal dalam waktu 5 jam
update Selasa, 11 Agt 2009 14:32
Solusi soal seleksi Provinsi 2009
update Jumat, 12 Jun 2009 12:01
Soal seleksi provinsi 2009 (7 soal)
update Jumat, 12 Jun 2009 12:00
Solusi 7 soal mekanika seleksi kab/kota 2009
update Selasa, 26 Mei 2009 11:12
Tujuh soal mekanika
update Selasa, 26 Mei 2009 10:59
Osilasi dari tabung berisi air
update Senin, 4 Mei 2009 15:30
Komponen horisontal medan magnetik Bumi
update Senin, 4 Mei 2009 15:29
Fenomena Leidenfrost
update Senin, 4 Mei 2009 15:28
A Self-excited Magnetic Dynamo
update Senin, 4 Mei 2009 15:27
Rolling cylinders
update Senin, 4 Mei 2009 15:24
Osilasi dari tabung berisi air
update Senin, 4 Mei 2009 14:49
Komponen horisontal medan magnetik Bumi
update Senin, 4 Mei 2009 14:48
Fenomena Leidenfrost
update Senin, 4 Mei 2009 14:47
A Self-excited Magnetic Dynamo
update Senin, 4 Mei 2009 14:46
Rolling cylinders
update Senin, 4 Mei 2009 14:44
Medan Magnet
update Kamis, 6 Nov 2008 12:34
Medan & rangkaian listrik
update Jumat, 31 Okt 2008 08:48
Medan & rangkaian listrik
update Jumat, 31 Okt 2008 08:47
Medan Listrik
update Jumat, 31 Okt 2008 08:45
Medan Listrik
update Jumat, 31 Okt 2008 08:44
Waktu penyelesaian 4 jam
update Rabu, 20 Agt 2008 10:12
Penyelesaian dalam waktu 4 jam
update Rabu, 20 Agt 2008 10:10
4 soal dalam waktu 4 jam
update Jumat, 15 Agt 2008 09:23
4 soal dalam waktu 4 jam
update Jumat, 15 Agt 2008 09:21
Revisi soal no 2. Momen Inersia : M diganti m
update Sabtu, 7 Jun 2008 08:29
6 soal selama 3,5 jam
update Sabtu, 7 Jun 2008 08:23
Total Nilai 60
update Senin, 19 Mei 2008 08:30
8 soal dengan waktu penyelesaian 3 jam
update Senin, 19 Mei 2008 08:28
Nomor 3
update Senin, 5 Mei 2008 09:12
Nomor 2
update Senin, 5 Mei 2008 09:11
Nomor 1
update Senin, 5 Mei 2008 09:11
Bagian 4
update Senin, 5 Mei 2008 09:01
Bagian 3_3_2
update Senin, 5 Mei 2008 08:58
Bagian 3_3_1
update Senin, 5 Mei 2008 08:46
Bagian 3_3
update Sabtu, 3 Mei 2008 11:46
Bagian 3_2
update Sabtu, 3 Mei 2008 11:42
Bagian 3_2
update Sabtu, 3 Mei 2008 11:37
Bagian 3
update Sabtu, 3 Mei 2008 11:31
Bagian 3
update Sabtu, 3 Mei 2008 11:14
Bagian 2
update Sabtu, 3 Mei 2008 11:09
Bagian 1
update Sabtu, 3 Mei 2008 11:08
Terjemahan bagian 4
update Jumat, 2 Mei 2008 14:40
Terjemahan bagian 3
update Jumat, 2 Mei 2008 14:39
Terjemahan bagian 2
update Jumat, 2 Mei 2008 14:38
Terjemahan bagian 1
update Jumat, 2 Mei 2008 14:38
Listrik-magnet
update Kamis, 15 Nov 2007 16:39
Medan magnet
update Senin, 12 Nov 2007 10:16
Soal tes 2 (dielektrik, kapasitor dan rangkaian listrik)
update Sabtu, 3 Nov 2007 09:36
6 soal (2 medan listrik, 2 potensial listrik dan 2 metode bayangan)
update Senin, 29 Okt 2007 15:06
Soal & Solusi Eksperimen OSN 2007
update Rabu, 5 Sep 2007 13:39
Soal & Solusi Teori OSN 2007
update Rabu, 5 Sep 2007 13:35
Solusi Soal Teori OSN 2006 Semarang
update Kamis, 19 Jul 2007 19:59
Soal & solusi propinsi 2007
update Senin, 11 Jun 2007 14:55
Soal seleksi propinsi tahun 2004
update Kamis, 24 Mei 2007 20:06
Soal eksperimen OSN 2004
update Kamis, 24 Mei 2007 20:01
Soal teori OSN 2004
update Kamis, 24 Mei 2007 20:00
Soal seleksi kab/kota tahun 2006
update Kamis, 24 Mei 2007 19:58
Solusi soal seleksi propinsi 2006
update Kamis, 24 Mei 2007 19:55
Soal seleksi propinsi 2006
update Kamis, 24 Mei 2007 19:53
Solusi soal eksperimen OSN 2006
update Kamis, 24 Mei 2007 19:40
Soal eksperimen OSN 2006
update Kamis, 24 Mei 2007 19:39
Soal teori OSN 2006
update Kamis, 24 Mei 2007 19:35
Solusi soal Kab/kota 2007
update Minggu, 20 Mei 2007 09:00
Soal Kab/kota 2007
update Minggu, 20 Mei 2007 08:58
Jawaban soal teori no 3B
update Sabtu, 19 Mei 2007 23:37
Soal eksperimen no 2
update Sabtu, 19 Mei 2007 23:25
Soal eksperimen no 1
update Sabtu, 19 Mei 2007 23:20
Soal teori no 3
update Sabtu, 19 Mei 2007 23:13
Soal teori no 2
update Sabtu, 19 Mei 2007 23:11
Soal teori no 1
update Sabtu, 19 Mei 2007 23:09
Jawaban soal eksperimen no 2
update Jumat, 4 Mei 2007 12:32
Jawaban soal eksperimen no 1
update Jumat, 4 Mei 2007 12:22
Jawaban soal teori no 3 A
update Kamis, 3 Mei 2007 17:39
Jawaban soal teori no 2
update Kamis, 3 Mei 2007 17:31

Buku Fisika



Buku Peserta Fisika Gasing

Info :
Selama ini fisika dianggap pelajaran yang sulit dan menakutkan. Para siswa baik SMP maupun SMA menganggap bahwa fisika itu hanya untuk orang pintar. Untuk mengubah paradigma fisika itu sulit ini harus diadakan suatu kampanye Fisika Gasing (Gampang Asyik menyenangkan) secara nasional. Modul (buku) yang para pembaca pegang ini adalah buku yang disiapkan untuk membantu kampanye Fisika Gasing ini. Buku ini berisi soal-soal latihan Fisika (khususnya mekanika) dari mulai gerak, gaya, tekanan, dan usaha-energi. Soal-soal dalam buku ini dapat diselesaikan dengan menggunakan logika yang dilandasi oleh pengetahuan Fisika.
Download :

Philosophy of Physics (Handbook of the Philosophy of Science)

Posted by Ohmedfisika Blog
 
Info :
Pengarang : Jeremy, Ed. Butterfield
Penerbit : North Holland
Tahun : 2006
Download :
Link 1 or
Link 2 or

Modern Physics

Posted by Ohmedfisika Blog
 
Info :
Pengarang : Serway/Moses/Moyer
Penerbit : Brooks Cole
Tahun : 2004-04-15
Download :

Modern Physics, 2 Edition

Posted by Ohmedfisika Blog
 
Info :
Pengarang : Randy Harris
Penerbit :Addison Wesley
Tahun : 2007
Download :
Link 1 or
Link 2 or

Concepts of Modern Physics

  Posted by Ohmedfisika Blog
Info :
Pengarang : Arthur Beiser
Penerbit :McGraw-Hill
Tahun : 2002
Download :

Physics for Scientists and Engineers,6 Ed

Posted by Ohmedfisika Blog
 
Info :
Pengarang : Raymond A. Serway, John W. Jewett
Penerbit : Brooks Cole
Tahun : 2003
Download
Link 1 or
Link 2 or

Fundamentals of Physics

Posted by Ohmedfisika Blog
 
Info :
Pengarang : David Halliday, Robert Resnick, and Jearl Walker
Penerbit : Wiley
Tahun : January 2, 2007
Download :

Solutions Manual for Fundamentals of Physics, 7th Edition

Posted by Ohmedfisika Blog
 
Info :
Pengarang : D. Halliday,R. Resnick, and J. Walker
Penerbit : Wiley
Tahun : 2005
Download :
Link 1 or
Link 2 or

Physics for Scientists and Engineers with Modern Physics

Posted by Ohmedfisika Blog
 
Info :
Pengarang : Raymond A. Serway, Chris Vuille
Penerbit : Paul M. Fishbane, Stephen Gasiorowicz, Steve Thornton
Edition : 3rd Edition (Extended Version)
Download : Link

College Physics, 9 edition

Posted by Ohmedfisika Blog
 
Info :
Pengarang : Raymond A. Serway, Chris Vuille
Penerbit : B-.-ks C,le
Tahun : 2011
Download :

Gelombang Melde


Hukum Melde mempelajari tentang besaran-besaran yang mempengaruhi cepat rambat gelombang transversal pada tali. Melalui percobaannya (lakukan kegiatan 1.1), Melde menemukan bahwa cepat rambat gelombang pada dawai sebanding dengan akar gaya tegangan tali dan berbanding terbalik dengan akar massa persatuan panjang dawai.

Percobaan Melde digunakan untuk menyelidiki cepat rambat gelombang transversal dalam dawai. Perhatikan gambar di bawah ini.



Gambar 1.15 percobaan Melde

Pada salah satu ujung tangkai garpu tala diikatkan erat-erat sehelai kawat halus lagi kuat. kawat halus tersebut ditumpu pada sebuah katrol dan ujung kawat diberi beban, misalnya sebesar g gram. Garpu tala digetarkan dengan elektromagnet secara terus menerus, hingga amplitudo yang ditimbulkan oleh garpu tala konstan.
Untuk menggetarkan ujung kawat A dapat pula dipakai alat vibrator. Dalam kawat akan terbentuk pola gelombang stasioner. Jika diamati akan terlihat adanya simpul dan perut di antara simpul-silpul tersebut. Diantara simpul-simpul itu antara lain adalah A dan K, yaitu ujung-ujung kawat tersebut, ujung A pada garpu tala dan simpul K pada bagian yang ditumpu oleh katrol. Pada seluruh panjang kawat AK = L dibuat terjadi 4 gelombang, maka kawat mempunyai λ1 = ¼ L.  Jika f adalah frekuensi getaran tersebut, maka cepat rambat gelombang dalam kawat adalah v1 = f . λ1 = ¼ fL. Jadi, sekarang beban ditambah hingga menjadi 4 gram, maka pada seluruh panjang kawat ternyata hanya terjadi 2 gelombang, jadi 2λ2 = L, λ2 = ½ L sehingga : v2 = f . λ2 = ½ fL
Kemudian beban dijadikan 16 gram, maka pada seluruh panjang kawat hanya terjadi satu gelombang, jadi : λ3 = L, maka v3 = f . λ3 = f L.  Beban dijadikan 64 gram, maka pada seluruh panjang kawat hanya terjadi 1/2 gelombang, jadi :  ½ λ4 = L ; λ4 =2 L sehingga
v4 = f . λ4 = 2f . L
Dari hasil pengamatan ini, maka timbul suatu anggapan atau dugaan, bahwa agaknya ada hubungan antara cepat rambat gelombang dengan berat beban, yang pada hakekatnya merupakan tegangan dalam kawat. data pengamatan tersebut di atas kita susun sebagai :
Pengamatan IF1 = gl1 = ¼  Lv1 = ¼ fL
Pengamatan IIF2 = 4gl2 = ½  LV2 = ½  fL
Pengamatan IIIF3 = 16gl3 =  LV3 = fL
Pengamatan IVF4 = 64gl4 =  2LV4 = 2 fL
Data di atas kita olah sebagai berikut :
v2/v1 =2,  dan  F2/F1 = 4
v3/v1 =4,  dan  F3/F1 = 16
v4/v1 =8,  dan  F4/F1 = 64
Kesimpulan:
Cepat rambat gelombang dalam tali, kawat, dawai berbanding senilai dengan akar gaya tegangan kawat, tali dawai tersebut.
Percobaan di atas diulang kembali dengan bahan sama, panjang kawat tetap, beban sama (dimulai dari 16g gram), hanya saja luas penampang kawat dibuat 4 kali lipat, maka dapat kita amati sebagai berikut :
λ1’= ½ L ;  v’1 = ½ fL
v= f .L (dari percobaan pertama, dengan menggunakan 16g gram) maka :
v1’/v3 = ½
Percobaan diulangi lagi dengan beban tetap 16g gram, akan tetapi kawat diganti dengan kawat yang berpenampang 16 kali lipat (dari bahan yang sama dan panjang tetap), maka dalam kawat terjadi 4 gelombang, sehingga :
λ2’= ¼  L ;  v2’ =  ¼  fL  sehingga : v2’/v3 = ¼ .
Apabila panjang kawat tetap dan dari bahan yang sama, sedangkan penampang diubah, maka berarti sama dengan mengubah massa kawat. Jika massa kawat semula adalah m1, maka pada percobaan tersebut massa kawat berturut-turut diubah menjadi m2 = 4 m1
dan m3 = 16 m1. Berdasarkan data percobaan kedua, maka setelah diolah sebagai berikut :
v1’/v3 = ½  dan m2/m1 =4m1/m1 =4
v2’/v3 = ¼ dan m3/m1 = 16m1/m1= 16
Dari pengolahan data tersebut dapatlah disimpulkan  bahwa:
Cepat rambat gelombang berbanding balik nilai akar kuadrat massa kawat, asalkan panjangnya tetap.
Percobaan selanjutnya diulangi lagi, akan tetapi diusahakan agar massa kawat antara simpul-simpul A dan K tetap, sedangkan panjang AK variabel. Ternyata cepat rambatnyapun berubah pula, meskipun beban tidak berubah, Kalau jarak AK menjadi ¼ jarak semula yaitu = ¼ L, maka cepat rambatnya menjadi ½ kali semula, sebaliknya jika panjang kawat AK dilipat empatkan dari AK semula, menjadi 4L, maka cepat rambatnya menjadi 2 kali cepat rambat semula, asalkan massa kawat tetap. Dari percobaan ketiga ini dapatlah disimpulkan.
Untuk massa kawat yang tetap, maka cepat rambat gelombang berbanding senilai dengan akar kuadrat panjang kawat.
Kesimpulan (2) dan (3) dapat disatukan menjadi : Cepat rambat gelombang dalam kawat berbanding terbalik nilai dengan akar massa persatuan panjang kawat.
Jika massa persatuan panjang kawat ini dimisalkan atau dilambangkan dengan, maka kesimpulan (1) sampai dengan (3) di atas dapat dirumuskan menjadi :
Dengan:
v = cepat rambat gelombang dalam kawat (tali, dawai)
F = gaya tegangan kawat
m = massa persatuan panjang kawat
k = faktor pembanding, yang dalam SI harga k = 1.
*** Contoh Gelombang Melde
Cepat rambat gelombang transversal pada dawai yang tegang sebesar 10 m/s saat besar tegangannya 150 N. Jika dawai diperpanjang dua kali dan tegangannya dijadikan 600 N maka tentukan cepat rambat gelombang pada dawai tersebut!
Penyelesaian
Dari soal di atas dapat dibuatkan peta konsep dan beberapa metode penyelesaian seperti di bawah.
v1 = 10 m/s, F1 = 150 N, L1 = L
v2 = ? , F2 = 600 N, l2 = 2L
Dari data pertama dapat diperoleh massa per satuan panjang :
 →  10 = → 100 =
m1 = 150/100 = 1,5  kg/m
Keadaan kedua
Dawai jenisnya tetap berarti m2 = m1, sehingga v2 dapat diperoleh :
 = 20 m/s

Rangkaian Seri,Paralel,dan seri paralel


 

Dalam rangkaian elektronika terdapat banyak sekali konfigurasi rangkaian komponen-komponen elektronika, bukan sekedar rangkaian sederhana yang hanya terdiri dari sumber tegangan dan beban, tetapi lebih dari itu. Dua konfigurasi rangkaian yang paling banyak digunakan dalam rangkaian elektronika adalah seri dan paralel. Untuk mengetahui lebih jelas mengenai rangkaian seri dan paralel perhatikan gambar berikut ini.
rangkaian-seri-paralel
Pada rangkaian seri, resistor disusun seperti rangkaian gerbong kereta, dimana aliran elektron mengalir hanya pada satu jalur. Pada rangkaian paralel, resistor disusun dengan menggabungkan masing-masing ujungnya menjadi satu sehingga aliran elektron dapat terbagi ke dalam beberapa jalur. Untuk mengenal karakteristik lain pada rangkaian seri dan paralel perhatikan ilustrasi berikut ini.
rangkaian-switch-seri
Pada ilustrasi rangkaian di atas, sakelar disusun secara seri, pada kondisi pertama sakelar S1 dan S2 dalam keadaan tertutup dan kondisi lampu X1 menyala. Sedangkan pada saat kondisi kedua dan ketiga yang masing-masing kondisi S1 dan S2 terbuka menyebabkan lampu X1 tidak menyala. Lalu bandingkan dengan rangkaian sakelar paralel berikut.
rangkaian-switch-paralel
Pada kondisi pertama dengan sakelar S1 dan S2 tertutup, lampu X1 menyala. Pada kondisi kedua dan ketiga yang masing-masing S1 dan S2 dalam keadaan terbuka, lampu X1 tetap menyala. Tetapi pada kondisi keempat ketika sakelar S1 dan S2 sama-sama terbuka, lampu X1 tidak menyala. Dari perbandingan kedua konfigurasi rangkaian sakelar seri dan paralel dapat ditarik kesimpulan bahwa jika salah satu saja sakelar seri terbuka menyebabkan terputus-nya aliran elektron yang menyebabkan lampu tidak menyala, sedangkan pada sakelar paralel untuk memutuskan aliran elektron harus membuat seluruh sakelar dalam keadaan terbuka.

Rangkaian Resistor Seri Dan Paralel


Untuk menghitung resistansi total pada resistor yang disusun secara seri dan paralel memerlukan suatu perhitungan matematika yang tidak terlalu sulit. Jika menghitung resistansi total pada resistor seri dapat dilakukan cara menjumlahkan secara langsung seluruh resistor yang terhubung seri sedangkan pada resistor paralel membutuhkan perhitungan khusus.
    • Untuk rangkaian resistor seri:
    penjumlahan-resistor-seri
      • Untuk rangkaian resistor paralel:
      penjumlahan-resistor-paralel

      Contoh;

      diketahui R1 = 15Ω, R2 = 100Ω, dan R3 = 47Ω, berapakah nilai RTotal jika disusun seri dan RTotal jika disusun paralel?
      Rtotal seri:
      • RTotal = R1 + R2 + R3
      • RTotal= 15 + 100 + 47
      • RTotal= 162Ω
      Rtotal paralel:
      • RTotal= 1 / {(1/R1)+(1/R2)+(1/R3)}
      • RTotal= 1 / {(1/15)+(1/100)+(1/47)}
      • RTotal= 10.2Ω

      Rangkaian Kapasitor Seri Dan Paralel


      Perhitungan kapasitansi total pada suatu rangkaian kapasitor seri dan paralel hampir sama dengan perhitungan pada rangkaian resistor. Tetapi pada kapasitor, perhitungan untuk rangkaian seri menggunakan persamaan yang digunakan pada rangkaian resistor paralel. Pada rangkaian kapasitor paralel, kapasitansi total dihitung dengan menjumlahkan semua nilai kapasitansi kapasitor yang terhubung paralel, atau sama dengan menghitung resistansi total pada rangkaian resistor seri.
        • Untuk rangkaian kapasitor seri
        penjumlahan-capacitor-seri
          • Untuk rangkaian kapasitor paralel
          penjumlahan-capacitor-paralel